Friday, March 10, 2017

Perkosa Cewek Tomboy



AIR MANIH - Dela memang mempunyai tubuh yang paling sempurna di sekolahnya. Dengan ukuran bra 36B, ia kadang tidak memakai bra untuk menyangga susunya ketika bermain dengan teman-temannya. Para teman cowoknya yang beruntung saat itu, akan dapat menikmati pemandangan yang membuat jakun pria naik turun. Mereka berharap bisa menjamah kantong susu itu, dan meminum susunya. Meskipun tidak mengenakan bra, susu Dela yang hanya ditutupi kaos terlihat kencang dan tegak. Itu karena Dela rajin berolahraga, baik itu push-up, sit-up, jogging, basket, dll. Sehingga susunya pun sangat padat dan kenyal. Tapi yang paling menonjol adalah buah pantatnya yang besar dan luar biasa montok. Dela terpilih mempunyai pantat terindah oleh teman-teman cowoknya. Disamping itu Dela selalu memakai rok birunya yang ketat, pantatnyapun bergantian naik-turun ketika ia berjalan. Garis celana dalamnya tercetak jelas di belakang roknya, menandakan betapa padat dan montoknya pantatnya.

Selama proses belajar mengajar, para guru laki-laki yang mengajarnya sering memperhatikan Belahan payudara Dela yang kadang terlihat sedikit menyembul keluar, dan roknya yang tersingkap sehingga pahanya yang putih mulus terpampang jelas dimata gurunya. Dela kadang sengaja membiarkan beberapa bagian tubuhnya diamati. Dela  mempunyai pinggul yang lebar, pantat yang sekal dan paha yang besar dan gempal menggairahkan. bahkan tidak jarang teman-teman cowok dikelasnya yang nekat masturbasi dikelas ketika sedang jam pelajaran, karena tidak tahan melihat paha atau pantat Dela didepannya. Dela sangat bersemangat disekolahnya. Ia aktif mengikuti kegiatan ekstra di sekolahnya seperti pramuka dan paskibraka. Dela sekolah di sebuah SMU swasta yang terkenal dikotanya, sekarang ia kelas 3.

*****
air manih pemerkosaan perawan

Pagi sekali sekitar pukul 06. 30 dia sudah menunggu angkutan kota menuju sekolahan nya, jarak sekolahnya tidak terlalu jauh sekitar 5 km. Apalagi nanti ada upacara. Tiba-tiba ketika Dela sedang asyik-asyiknya jalan sendiri sambil baca buku pelajaran, ada seorang naik mobil menghampirinya.
“Halo Dela kok jalan?”, tanya si pengendara mobil itu yang ternyata adalah Pak Bambang guru Fisikanya.
“Lho Bapak kok jam segini sudah berangkat?” tanya Dela spontan.
“Iya saya habis nginap di tempat saudara, takutnya telat. Kalo mo ke sekolah, ayo ikut Bapak saja” ajak Pak Bambang.

Karena Dela sudah kenal benar dengan yang namanya Pak Bambang. Akhirnya mau juga nebeng Pak Bambang. Tapi Dela nggak tahu disitulah awal bencana bagi Dela .
“Dik Dela nggak keberatan khan kalau kita mampir dulu ke rumah adik saya, soalnya saya baru ingat kalau buku laporan saya tertinggal di sana?” Pak Bambang membuat alasan.
“Iya Pak tapi cepetan yah, biar nggak telat”
Tiba-tiba Pak Bambang mempercepat kecepatan mobilnya dengan sangat tinggi dan arahnya ke rumah kosong di pedesaan yang jarang terjamah orang.

Sesampainya disitu Dela ditarik dengan paksa masuk ke dalam rumah kosong dan disitu sudah ada Pak Wahyu, Pak Joko yang merupakan wali kelas Dela yang sudah lama mengamati Dela dan nggak ketinggalan kepala sekolah Pak Budi dan wakil kepala sekolahnya yang namanya Pak Dono. Mereka semua nampaknya sudah menunggu semenjak tadi.
“Halo Dela , sudah ditunggu dari tadi lho?”, seru salah seorang dari mereka.
“Apa-apaan nih? Apa yang Bapak-Bapak lakukan disini?”, Dela mulai kebingungan.

Dela menjerit karena dia mulai digerayangi.
“Bangsat tua bangka jangan coba-coba sentuh saya”.
“Diam, kamu pengin lulus nggak? Berani melawan perintah gurumu yah”, kata Pak Budi selaku guru Matematika.
Dela mencoba melawan dengan memukuli dan menendang gurunya. Tapi Dela kalah setelah ia dihantam perutnya oleh Pak Joko guru olahraganya, dan di gampar pipinya berkali-kali sampai Dela kelenger hingga merah dan bibirnya berdarah. Dela meringis kesakitan.
“Nah sekarang emut dan hisep kontol saya, kontol Pak Andi, kontol Pak Joko dan Pak Dono yang kenceng nyedotnya, kalo nggak saya obrak-abrik rahim kamu biar nggak bisa punya anak Mau?”,

Karena ketakutan akhirnya Dela mengulum kontol para gurunya. Dela menyedot penis mereka satu-persatu dengan bibirnya yang merah dan mulutnya yang mungil, sambil tangannya menggenggam penis para Bapak guru sambil mengocok-ngocoknya.
“Nah gitu terus yang enak ayo jangan berhenti, telen pejuhnya biar kamu tambah pinter”, seru Pak Bambang.
“Mmmphh, slerrpp, mmhh” Dengan terpaksa Dela menghisap kontol-kontol mereka sampe mereka semua pada orgasme.
“Edan, nih cewek nyepongnya mantep banget Dela , lo pasti sudah sering nyepongin kontol temen-temen lo yah? haa, ha, ha, ha”.
Guru Dela satu persatu menyemburkan sperma mereka ke dalam mulut Dela , dan mengalir ke tenggorokannya. Walaupun Dela hampir muntah dia memaksakan untuk menelan pejuh kelima orang itu. Dia masih tak percaya dioral oleh gurunya sendiri. Wajah Dela mulai terlihat kelenger lagi, sepertinya ia mabuk sperma, merasakan mual pada perutnya.

Setelah mereka puas memperkosa mulut Dela ternyata mereka langsung menelanjangi Dela . Pak Dono memegang kedua tangan Dela ian, Pak Budi memelorotkan rok abu-abunya, Pak Joko merobek pakaian dan kutang Dela .
“Nih murid teteknya putih banget, gede lagi, putingnya coklat pasti manis nih Wahh, kenyal sekali, lembut banget Bapak-Bapak” Pak Joko mengomentari payudara Dela , sambil mulai meremas-remas payudara Dela .
Dalam sekejap Dela sudah dalam keadaan tanpa busana.
“Jangan Pak jangan, atau saya akan melapor ke polisi”, seru Dela sambil teriak.
“Ooo, coba saja nanti, sekarang sebaiknya kamu persiapkan diri kamu untuk menerima pelajaran khusus” Seru Pak Budi sambil menjambak rambut Dela .
Dela sekarang hanya mengenakan celana dalam putih saja.

Ketika Pak Budi hendak beraksi tiba-tiba Pak Bambang protes, “karena saya yang dapat perek ini maka saya duluan yang memperkosanya.”
Tanpa membuang waktu lagi kini diputarnya tubuh Dela menjadi tengkurap, kedua tangannya yang ditarik kebelakang menempel dipunggung sementara dada dan wajahnya menyentuh kasur. Kedua tangan kasar Pak Bambang itu kini mengusap-usap bagian pantat Dela , dirasakan olehnya pantat Dela yang sekal. Sesekali tangannya menyabet pantat Dela dengan keras, bagai seorang Ibu yang tengah menyabet pantat anaknya yang nakal “Plak, Plak.”.
“Wah sekal sekali pantat kamu Dela , kenyal, gila nih Don, paha murid kita satu ini gede amat. Putihnya ya ampun, banyak bulu-bulu halusnya lagi di pahanya” ujar Pak Bambang sambil terus mengusap-usap dan memijit-mijit pantat Dela ian sambil sesekali mencabuti bulu-bulu di paha Dela yang putih gempal itu.
Dela mengaduh kesakitan.
“Bakal mabuk nih kita nikmatin pantat segede gini, seperti bokong sapi aja.”
“Montoknya, ya ampun, gede, kenyal lagi” sambil memijat pantat Dela yang memerah karena tamparan tangan Pak Bambang.
Pak Dono lalu menjilati dan menggigiti bongkahan pantat si Dela .
“Aakhh, bangsat, keparat, jangan sentuh pantat gue”, Dela membentak mereka.
“Plakk” sebuah tamparan sangat keras ke pipi Dela .
“Diam kamu, pelacur pengin gue rontokin gigi putih loe”, Pak Dono balas membentak.

Air Manih 2017 Nikmatnya Tiada Tara Perkosa Cewek Tomboy  – Dela hanya diam pasrah, sementara tangisannya mulai terdengar. Tangisnya terdengar semakin keras ketika tangan kanan Pak Bambang secara perlahan-lahan mengusap kaki Dela mulai dari betis naik terus kebagian paha lalu mengelus-elus paha mulus putih Dela dan akhirnya menyusup masuk kedalam roknya hingga menyentuh kebagian selangkangannya.
“Jangan paak, saya mohon, saya masih perawan pakk”, Dela teriak ketakutan.
Sesampainya dibagian itu, salah satu jari tangan kanan Pak Bambang, yaitu jari tengahnya menyusup masuk kecelana dalamnya dan langsung menyentuh kemaluannya. Kontan saja hal ini membuat badan Dela agak menggeliat, dia mulai sedikit meronta-ronta, namun jari tengah Pak Bambang tadi langsung menusuk lobang kemaluan Dela .

“Egghhmm, oohh, shitt, shitt”, Dela menjerit badannya mengejang tatkala jari telunjuk Pak Bambang masuk kedalam liang kewanitaannya itu.
Badan Dela pun langsung menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan, ketika Pak Bambang memainkan jarinya itu didalam lobang kemaluan Dela . Nafas Dela terengah-engah sambil mengerang kesakitan.

Dengan tersenyum terus dikorek-koreknyalah lobang kemaluan Dela , sementara itu badan Dela menggeliat-geliat jadinya, matanya merem-melek, mulutnya mengeluarkan rintihan-rintihan yang keluar dari mulutnya itu Pak Bambang menciumi bibir vagina Dela sambil sesekali memasukkan lidahnya kedalam liang vagina Dela , kepala Pak Bambang menghilang di bawah selangkangan Dela sambil kedua tangannya dari bawah meremas -remas pantat Dela . Sementara Pak Dono meremas payudara kanan Dela , dan mulutnya mengulum payudara Dela satunya lagi.
“Pak Bambang, susu murid kesayanganmu ini gurih sekali, harum lagi, kualitas nomer satu”.
Pak Dono asyik menyantap payudara Dela , yang ranum padat dan kenyal sekali.

“Ehhmmpphh, mmpphh, ouughh, sakii..iit, paa..ak”.
Dela terus mengerang kesakitan pada kedua buah dadanya dan kenikmatan pada kemaluannya. Setelah beberapa menit lamanya, kemaluan Dela pun menjadi basah oleh cairan kewanitaannya, Pak Bambang kemudian mencabut jarinya.

Melihat Dela yang meronta-ronta, Pak Bambang semakin bernafsu dan dia segera menghunjamkan penisnya ke dalam vagina Dela yang masih perawan. Walaupun vagina Dela sudah basah oleh air liur Pak Bambang dan cairan vagina Dela yang keluar, namun Pak Bambang masih merasakan kesulitan saat memasukkan penisnya, karena vagina Dela yang perawan masih sangat sempit. Dela hanya dapat menangis dan berteriak kesakitan karena keperawanannya yang telah dia jaga selama ini akan direnggut dengan paksa seperti itu oleh gurunya sendiri. Lalu dengan ngacengnya Pak Bambang memasukkan batang penisnya lagi.
“Auw aduh duh sshh, saakkii..iitt, pakk.. ammpuu..uunn”, terdengar suara dari mulut Dela yang terlihat kesakitan.
Dia mulai menangis sambil mendesah menikmati kontol Pak Bambang yang mengaduk-aduk liang peranakannya. Terlihat jelas raut wajah Dela yang menahan sakit luar biasa pada selangkangannya.

Dela sekarang lebih terdengar suara tertahan ketika penis disodok-sodokkan ke lubang memeknya.
“Huek, hek, hek aah oohh jangan, uh, duh, ampunn pakk”, ternyata Dela telah orgasme.
Sungguh mengasyikan melihat expresi Dela yang merem-merem sambil menggigit bibir bawahnya. Pak Bambang terus menggenjot memek Dela . Menit-menitpun berlalu dengan cepat, masih dengan sekuat tenaga Pak Bambang terus menggenjot tubuh Dela , Dela pun nampak semakin kepayahan karena sekian lamanya Pak Bambang menggenjot tubuhnya. Rasa pedih dan sakitnya seolah telah hilang, erangan dan rintihanpun kini melemah, matanya mulai setengah tertutup dan hanya bagian putihnya saja yang terlihat, sementara itu bibirnya menganga mengeluarkan alunan-alunan rintihan lemah, “Ahh, ahh, oouuhh”.



Lalu Pak Bambang memposisikan tubuh Dela menungging. Pantat Dela sekarang terlihat kokoh menantang, ditopang paha panjangnya yang putih dan tegak. Pak Bambang memasukkan kejantanannya yang berukuran 20 cm lebih itu ke vagina Dela  hingga terbenam seluruhnya, lalu dia menariknya lagi dan dengan tiba-tiba sepenuh tenaga dihujamkannya benda panjang itu ke dalam rongga vagina Dela hingga membuatnya tersentak kaget dan kesakitan sampai matanya membelalak disertai teriakan panjang.
“Aaahh, Stoop, kumohon jangan”.
Kedua tangan Pak Bambang memegang pantat Dela , sedangkan pinggulnya bergoyang-goyang berirama. Sesekali tangan Pak Bambang mengelus-elus pantat Dela dan sesekali meremas payudara Dela dari belakang.

Beberapa menit kemudian, Pak Bambang kembali mempercepat goyangan pinggulnya, kemudian dia menarik kedua tangan Dela . Jadi sekarang persis seperti menunggangi kuda lumping, kedua tangan Dela dipegang dari belakang sedangkan pantatnya digoyang seirama sodokan penis Pak Bambang. Karena tidak disangga kedua tangannya lagi, kini buah dada Dela tergencet di atas tikar tipis sebagai alas Dela disetubuhi. Sedangkan wajah Dela menghadap keatas dengan mulut menganga mengerang kesakitan. Melihat keadaan Dela seperti itu, Pak Bambang semakin bersemangat mengebor liang vagina Dela .

“Anjingg, bangsaatt, perekk, loo, Dela ngentoott, gue entotin loo”.
Pak Bambang merancau tak jelas. Dan akhirnya Pak Bambang pun berejakulasi di lobang kemaluan Dela , kemaluannya menyemburkan cairan kental yang luar biasa banyaknya memenuhi rahim Dela .
“Aa, aakkhh, oohh”, sambil mengejan Pak Bambang melolong panjang bak serigala, tubuhnya mengeras dengan kepala menengadah keatas.
“Aoohh, oouuhh, bangsaatt, shitt, shitt”.
Dela mengumpat sambil mendesah, tubuhnya mengejang merasakan air mani Pak Bambang membanjiri rahimnya. Puas sudah dia menyetubuhi Dela , rasa puasnya berlipat-lipat baik itu puas karena telah mencapai klimaks dalam seksnya, puas dalam menyetubuhi Dela , puas dalam merobek keperawanan Dela dan puas dalam memberi pelajaran kepada gadis nomor satu di sekolah itu.

Dela menyambutnya dengan mata yang secara tiba-tiba terbelalak, dia sadar bahwa gurunya telah berejakulasi karena dirasakannya ada cairan-cairan hangat yang menyembur membanjiri vaginanya. Cairan kental hangat yang bercampur darah itu memenuhi lobang kemaluan Dela sampai sampai meluber keluar membasahi paha dan sprei kasur. Dela yang menyadari itu semua, mulai menangis namun kini tubuhnya sudah lemah sekali.

Setelah itu Pak Andi maju untuk mengambil giliran. Kali ini Pak Andi mengangkat kedua kaki Dela ke atas pundaknya, dan kemudian dengan tidak sabar dia segera menancapkan penisnya yang sudah tegang ke dalam vagina Dela . Pak Andi masih mengalami kesulitan saat memasukkan penisnya, meskipun vagina Dela kini sudah licin oleh sperma Pak Bambang dan juga cairan vagina Dela . Vagina Dela masih sangat sempit. Kembali vagina Dela diperkosa secara brutal oleh Pak Andi, dan Dela lagi-lagi hanya dapat berteriak kesakitan.

“Bangsatt, akkhh, bajingaann, sudahh, sudahh, keparaatt”
Namun kali ini Dela tidak berontak lagi, karena dia pikir itu hanya akan membuat gurunya semakin bernafsu saja.

Sementara itu Pak Andi terus memompa vagina Dela dengan cepat sambil satu tangannya meremas-remas payudara Dela yang bulat kenyal dan tidak lama kemudian dia mencapai puncaknya dan mengeluarkan seluruh spermanya di dalam vagina Dela .
“Ooohh, makan nih pejuh gue”.
Dela hanya dapat meringis kesakitan, tubuhnya telentang tidak berdaya di lantai. Walaupun tangan dan kakinya sudah tidak dipegangi lagi, dan membayangkan dirinya akan hamil karena saat ini adalah masa suburnya. Dia dapat merasakan ada cairan hangat yang masuk ke dalam vaginanya. Darah perawan Dela dan sebagian sperma Pak Andi mengalir lagi keluar dari vaginanya.

“Hmmpphh, hhmmpp, oohhkk, oughh”, Dela menjerit dengan tubuhnya yang mengejang ketika Pak Budi mulai menanamkan batang kemaluannya didalam lobang kemaluan Dela .
Matanya terbelalak menahan rasa sakit dikemaluannya, tubuhnya menggeliat-geliat sementara Pak Budi terus berusaha menancapkan seluruh batang kemaluannya. Memang agak sulit selain meskipun sudah dimasuki dua penis tadi, usia Dela juga masih tergolong muda sehingga kemaluannya masih sangat sempit.

Air Manih 2017 Nikmatnya Tiada Tara Perkosa Cewek Tomboy – Akhirnya dengan sekuat tenaganya, Pak Budi berhasil menanamkan seluruh batang kemaluannya didalam vagina Dela . Tubuh Dela berguncang-guncang disaat itu karena dia menangis merasakan sakit dan pedih tak terkirakan dikemaluannya itu. Diapun terus memohon kepada Pak Budi agar mau melepaskannya.
“Ahh, rasain loe, akhirnya aku bisa ngerasain jepitan memek kamu sayang”, bisiknya ketelinga Dela .
“Oouuhh, Paakk, saakiitt, Paak, ampuunn”, rintih Dela dengan suara yang megap-megap.
Jelas Pak Budi tidak perduli. Dia malahan langsung menggenjot tubuhnya memompakan batang kemaluannya keluar masuk lobang kemaluan Dela . air manih pemerkosaan perawan

“Aakkhh, oohh, oouuhh, oohhggh”, Dela  merintih-rintih, disaat tubuhnya digenjot Oleh Pak Budi, badannyapun semakin menggeliat-geliat.
Otot-otot dinding vaginanya kuat mengurut-urut batang kemaluan Pak Budi yang tertanam didalamnya, karenanya Pak Budi merasa semakin nikmat. Sambil memukuli perut Dela dengan tangannya, berharap agar vagina Dela mencengkram penisnya dengan lebih erat karena lobang vagina Dela semakin mengendur.

Tiba-tiba Pak Budi mencabut penisnya dan dia duduk di atas dada Dela . Pak Budi mendempetkan kedua buah payudara Dela yang kecil dengan kedua tangannya dan menggosok-gosokkan penisnya di antara celah kedua payudara Dela , sampai akhirnya dia memuncratkan spermanya ke arah wajah Dela . Dela gelagapan karena sperma Pak Budi mengenai bibir dan juga matanya. Setelah itu Pak Budi masih sempat membersihkan sisa sperma yang menempel di penisnya dengan mengoleskan penisnya ke payudara Dela dan ke puting susunya. Kemudian Pak Budi menampar payudara Dela yang kiri dan kanan berkali-kali, sehingga payudara Dela berwarna kemerahan dan membuat Dela merasa perih dan kesakitan.

Selanjutnya dua orang, Pak Joko dan Pak Dono maju. Mereka kini menyuruh Dela untuk mengambil posisi seperti merangkak. Kemudian Pak Joko berlutut di belakang pantat Dela dan mulai mencoba memasukkan penisnya ke lubang anus Dela yang sangat sempit.
“Gila nih cewek, bokongnya montok banget kenyal lagi, lihat nih Tin paha si Dela . Gempal, gede, Putih banget. Bener kata Pak Bambang” Kata Pak Joko.
“Ampuunn, jangan sodomi saya paakk, saya mohoonn”.
Membayangkan kesakitan yang akan dialaminya, Dela mencoba untuk berdiri, tetapi kepalanya dipegang oleh Pak Dono yang segera mendorong wajah Dela  ke arah penisnya. Kini Dela dipaksa mengulum dan menjilat penis Pak Dono. Penis Pak Dono yang tidak terlalu besar tertelan semuanya di dalam mulut Dela .


Sementara itu, Pak Joko masih berusaha membesarkan lubang anus Dela dengan cara menusuk-nusukkan jarinya ke dalam lubang anus Dela .

“Akkhh, oohh, aahh, sshh, perihh, pakk”

Sesekali Pak Joko menampar pantat Dela dengan keras, sehingga Dela merasakan pantatnya panas.
“Gila nih perek, bokongnya gede tapi lobangnya kecil banget” Kemudian Pak Joko juga berusaha melicinkan lubang anus Dela dengan cara menjilatinya.

Dela merasakan sensasi aneh yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya saat lidah Pak Joko menjilati lubang anusnya. Ia berada dibelakang Dela dengan posisi menghadap punggung Dela .

Ketika lobang dubur Dela agak terbuka, Pak Joko menuang sebotol minyak goreng kedalam lobang dubur Dela . Setelah itu kembali direntangkannya kedua kaki Dela selebar bahu, dan, “Aaakkhh.”, Dela melolong panjang, badannya mengejang dan terangkat dari tempat tidur disaat Pak Joko menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Dela . Rasa sakit tiada tara kembali dirasakan didaerah selangkangannya, dengan agak susah payah kembali Pak Joko berhasil menanamkan batang kemaluannya didalam lobang anus Dela , meskipun baru masuk setengahnya. Setelah itu tubuh Dela kembali disodok-sodok, kedua tangan Pak Joko meraih payudara Dela serta meremas-remasnya.

Tidak lama kemudian Dela kembali menjerit kesakitan. Rupanya anusnya sudah jebol oleh penis Pak Joko yang berhasil masuk seluruhnya dengan paksa. Kini Pak Joko memperkosa anus Dela perlahan-lahan, karena lubang anus Dela masih sangat sempit dan kering. Ketika Pak Joko menarik penisnya, mulut dubur Dela ikut tertarik sehingga terlihat monyong keluar. Lalu Pak Joko menyodokkan lagi penisnya, sehingga kini dubur pantat Dela mengempot.
“Aaakkhh, ouughh, sakii..iitt, pak, periihh, akuu, nggakk.. kuatt, pakk, periihh, sakiitt”.
Dela menjerit keras sekali, ia baru saja merasakan rasa sakit yang teramat-sangat yang pernah dirasakannya. Pak Joko merasakan kesakitan sekaligus kenikmatan yang luar biasa saat penisnya dijepit oleh anus Dela . Pak Joko merasa penisnya lecet didalam pantat Dela . Kenikmatan yang terus-menerus dirasakannya ketika menunggangi pantat Dela . Tak terbayang bagaimana wajah orang tua Dela , jika menyaksikan persetubuhan yang tidak manusiawi yang dialami putrinya. Anak perempuan yang mereka rawat dengan kasih sayang hingga remaja dan dibiayai, sekarang tubuhnya sedang menungging telanjang bulat, pantatnya disodomi oleh gurunya sendiri.

Seperempat jam lamanya Pak Joko menyodomi Dela , waktu yang lama bagi Dela yang semakin tersiksa itu.
“Eegghh, aakkhh, oohh”.
Dengan mata merem-melek serta tubuh tersodok-sodok, Dela merintih-rintih, sementara itu kedua payudaranya diremas-remas oleh kedua tangan Pak Joko. Saat Dela berteriak, kembali Pak Dono mendorong penisnya ke dalam mulut Dela , sehingga kini Dela hanya dapat mengeluarkan suara erangan yang tertahan, karena mulutnya penuh oleh penis Pak Dono. Tubuh Dela terdorong ke depan dan ke belakang mengikuti gerakan penis di anus dan mulutnya.

Kedua payudara Dela yang menggantung dengan indah bergoyang-goyang karena gerakan tubuhnya diremas-remas dengan brutal oleh Pak Joko. Dela hian berteriak-teriak kesakitan.
“Aakkhh, oohh, oouhh, aammp, uunn, pakk”
Keadaan ini terus berlangsung sampai akhirnya Pak Joko dan Pak Dono mencapai klimaks hampir secara bersamaan. Pak Joko yang sudah tidak tahan karena seret dan panasnya dubur Dela  menyemburkan spermanya di dalam anus Dela , Dela merasakan perih pada rongga duburnya yang lecet tersiram sperma Pak Joko. Dan Pak Dono menyemburkan spermanya di dalam mulut Dela . Dela terpaksa menelan semua sperma Pak Dono agar dia dapat tetap bernafas. Dela hampir muntah merasakan sperma itu masuk ke dalam kerongkongannya, namun tidak dapat karena penis Pak Dono masih berada di dalam mulutnya. Dela membiarkan saja penis Pak Dono berada di dalam mulutnya untuk beberapa saat sampai Pak Dono menarik keluar penisnya dari mulut Dela . Sebagian sisi sperma Pak Dono yang tidak tertelan meluber keluar bercampur dengan air liur Dela .

Kemudian Pak Dono memaksa Dela untuk membersihkan penisnya dari sperma dengan cara menjilatinya. Pak Joko juga masih membiarkan penisnya di dalam anus Dela dan sesekali masih menggerak-gerakkan penisnya di dalam anus Dela , mencoba untuk merasakan kenikmatan yang lebih banyak. Dela dapat merasakan kehangatan sperma di dalam lubang anusnya yang secara perlahan mengalir keluar dari lubang anusnya. Perih yang luar biasa dirasakan lobang pantat Dela yang lecet-lecet.

Setelah Pak Joko mencabut penisnya dari anus Dela , lalu Pak Dion mengambil kursi dan duduk di atasnya. Dia menarik Dela  mendekati dan mengangkat tubuh Dela lalu memposisikan mengangkangi penisnya menghadap dirinya. Pak Dion kemudian mengarahkan penisnya ke vagina Dela , dan kemudian memaksa Dela untuk duduk di atas pangkuannya, sehingga seluruh penis Pak Dion langsung masuk ke dalam vagina Dela .
“Aohh, oouuhh, sakii..itt, udahh, Paak, ngiluu paakk”, Dela mengerang kesakitan.
Setelah itu, Dela dipaksa bergerak naik turun, sementara Pak Dion meremas dan menjilati kedua payudara dan puting susu Dela . Sesekali Pak Dion menyuruh Dela  untuk menghentikan gerakannya untuk menahan orgasmenya. Pak Dion dapat merasakan vagina Dela berdenyut-denyut seperti memijat penisnya, dan dia juga dapat merasakan kehangatan vagina Dela yang sudah basah.

Pak Dion masih belum puas. Dia memiringkan tubuh Dela lalu mengangkat kaki kanan Dela ke bahunya dan mulai menyodok-nyodokan penisnya di liang kemaluan Dela . Dela menahan sakit bercampur nikmat itu dengan menggigit bibirnya sendiri hingga berdarah, wajahnya yang sudah penuh air mata dan memar bekas tamparan itu tidak membuat iba gurunya itu. Pak Dion tanpa kenal ampun berkali-kali menghujamkan senjatanya dengan sepenuh tenaga. Temannya yang gendut itu juga menjilati payudara Dela yang bergoyang-goyang akibat irama pinggul Pak Dion, lidahnya bermain-main di ujung putingnya yang sudah sangat keras. Pak Dion tidak dapat bertahan lama, karena dia sudah sangat terangsang sebelumnya ketika melihat Dela diperkosa oleh para rekannya, sehingga dia langsung memuncratkan spermanya ke dalam vagina Dela . Dela kembali merasakan kehangatan yang mengalir di dalam vaginanya. air manih pemerkosaan perawan

Selanjutnya, Pak Gatot yang mengambil giliran untuk memperkosa Dela . Dia menarik Dela dari pangkuan Pak Dion, kemudian dia sendiri tidur telentang di lantai. Dela disuruh untuk berlutut dengan kaki mengangkang di atas penis Pak Gatot. Kemudian secara kasar Pak Gatot menarik pantat Dela turun, sehingga vagina Dela langsung terhunjam oleh penis Pak Gatot yang sudah berdiri keras.
“Akkhh, aakkhh, oogghh,”. teriakan memilukan keluar dari mulut Dela .
Penis Pak Gatot, yang jauh lebih besar daripada penis-penis sebelumnya meskipun tubuhnya pendek yang memasuki vagina Dela , masuk semuanya ke dalam vagina Dela , membuat Dela kembali merasakan kesakitan karena ada benda keras yang masuk jauh ke dalam vaginanya. Dela merasa vaginanya dikoyak-koyak oleh penis Pak Gatot. Pak Gatot memaksa Dela untuk terus menggerakkan pinggulnya naik turun, sehingga penis Pak Gatot dapat bergerak keluar masuk vagina Dela dengan leluasa. Kedua Payudara Dela besar menggantung bebas, naik turun seirama tubuhnya.

Kemudian Pak Gatot menjepit kedua puting susu Dela dan menariknya ke arah dadanya, sehingga kini payudara Dela berhimpit dengan dada Pak Gatot. Pak Gatot benar-benar terangsang saat merasakan kedua payudara Dela yang kenyal dan hangat menempel rapat ke dadanya. Melihat posisi seperti itu, Pak Joko melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk punggung dan bongkahan pantat Dela beberapa kali.
“Akkhh, aakhh, damn, shitt”, Dela kembali merasakan perih luar biasa pada punggung, pantat, dan pahanya.
Cambukan Pak Joko sangat keras sehingga membuat garis lurus merah di kulit punggung pantat, dan paha Dela .

Walaupun cambukan itu tidak terlalu keras, namun Dela tetap merasakan perih dan panas di punggung dan pantatnya, sehingga dia berhenti menggerakkan pinggulnya. Merasakan bahwa gerakan Dela terhenti, Pak Gatot marah. Kemudian dia mencengkeram kedua belah pantat Dela dengan tangannya, dan memaksanya bergerak naik turun sampai akhirnya Dela menggerakkan sendiri pantatnya naik turun secara refleks. Pak Gatot mencengkram pinggul Dela , lalu membuat goyangan memutar sehingga ia merasakan sensasi luar biasa dengan goyangan mengebor Dela itu.
“Oohh, sshh, shh”, Pak Gatot mendesah kenikmatan, sambil merasakan pantat Dela yang empuk basah menduduki selangkanganya.

Ketika Pak Gatot hampir mencapai klimaks, dia memeluk Dela dan berguling, sehingga posisi mereka kini bertukar, Dela tidur di bawah dan Pak Gatot di atasnya. Sambil mencium bibir Dela dengan sangat bernafsu dan meremas payudara Dela , Pak Gatot terus menggenjot vagina Dela . Tidak lama kemudian gerakan Pak Gatot terhenti. Pak Gatot mencabut penisnya keluar dari vagina Dela dan segera menyemprotkan spermanya di sekitar bibir vagina Dela . Kemudian dia menarik tangan kanan Dela dan memaksa Dela untuk meratakan sperma yang ada di sekitar vaginanya dengan tangannya sendiri.

Setelah itu Pak Heru, guru kimianya maju mengambil giliran memperkosa vagina Dela . Ia mengangkat kedua kaki Dela dan menyandarkannya diatas bahunya, Pak Heru menempelkan kepala penisnya di mulut vagina Dela . Dengan kasar Pak Heru menyodokkan Penisnya dengan keras kedalam liang peranakan Dela . Lalu ia mulai menggenjotnya. Hampir sepuluh menit Pak Heru memompa vagina Dela dengan kasar, membuat vagina Dela semakin terasa licin dan longgar. Sebelum mencapai puncaknya, Pak Heru mencabut penisnya dari vagina Dela dan memaksa Dela untuk membuka mulutnya lebar-lebar untuk menampung spermanya. Setelah itu, Pak Heru memaksa Dela untuk berkumur dengan spermanya dan kemudian menelannya. Semua orang disitu tertawa senang melihat itu, sementara Dela menahan jijik dan rasa malu yang luar biasa karena diperlakukan dengan hina seperti itu. Kini wajah Dela terlihat mBLenger oleh sperma milik Pak Heru.

Semua posisi yang mungkin dibayangkan dalam hubungan seks sudah dipraktekkan oleh para Guru Dela terhadap tubuh Dela . Kali ini Dela tidak kuat lagi menahan orgasmenya yang ke 20, dan dia mengalami orgasme hebat, namun tidak sehebat yang pertama. Cairan Vaginanya sudah mulai habis. Rongga vaginanya mulai mengering, karena cairan vaginanya sudah hampir habis dkeluarkan. Dela  merasakan sakit luar biasa pada rongga vaginanya. Ditambah penis para gurunya yang tak henti-hentinya menyodok dan menggesek rongga vaginanya yang kering, sehingga membuat rongga vaginanya lecet dan sobek. Hanya darah dari luka di rongga vaginanya lah yang membasahi daging kemaluannya dan burung yang tengah bersarang didalamnya.

Setelah delapan gurunya selesai memperkosa dirinya untuk kesekian kalinya, Dela akhirnya pingsan karena kecapaian dan karena kesakitan yang menyerang seluruh tubuhnya terutama di vagina, anus dan juga kedua buah payudaranya. Dela  telah diperkosa secara habis-habisan selama empat jam lebih oleh gurunya sendiri. Dan semua kejadian itu direkam oleh Pak Bambang.

lebih-lebih ketika posisi kedua tangan Dela yang terikat digantung keatas. Pak Andi menjilati dan menciumi ketik Dela .
“Mmuuahh, ketek lo montok banget sih, rasanya asin tapi gurih dan baunya haruumm”
Liur Pak Andi membasahi ketiak Dela . Dela kembali disetubuhi dari 2 arah tentu saja lubang anus dan vaginanya. Dela kini hanya bisa menggigit bibir sambil kakinya menendang-nendang ke segala arah, sambil sesekali seperti orang mengejan.
“Ouughh, arrkhh, ouhh, udah paa..ak perih, sakiitt, ouughh, aa, akh”
Dela terus berontak seperti orang kesetanan. Karena dubur Dela mulai mengering, Pak Andi kembali membasahi dubur Dela dan batang penisnya sendiri dengan minyak goreng agar licin. Pak Andi menyodomi Dela untuk ke 4 kalinya. Dilanjutkan dengan Pak Joko lagi, yang senang sekali main sodomi. Apalagi dapat pantat semontok pantat Dela , ia semakin bernafsu menghancurkan anus Dela (Anal Destruction).

Kemudian mereka kembali menelentangkan Dela di lantai, lalu mereka maju semua mencari bagian-bagian tubuh Dela yang bisa di gunakan untuk memuaskan penis mereka. Pak Joko memasukkan penisnya ke dalam mulut Dela , dan memaksa mengulumnya. Pak Bambang menyarangkan Penisnya ke dalam memek Dela yang berdarah-darah. Pak Andi melesakkan penisnya yang super besar dan panjang itu ke dalam lobang pantat Dela yang sudah hancur. Pak Gatot menjepitkan penisnya di antara belahan payudara Dela , kemudian menggosok-gosoknya sambil memelintir dan menarik puting susu Dela yang coklat mungil dan membengkak. Pak Dono menaruh penisnya di tengah-tengah ketiak kanan Dela yang gemuk putih dengan beberapa helai rambutnya, lalu menjepitnya dan memaju mundurkan penisnya di dalam jepitan ketiak Dela . Sedangkan Pak Budi melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Pak Dono dengan Menjepitkan penisnya ke ketiak Dela yang sebelah kiri. Sedangkan Pak Heru Meraih tangan kanan Dela , kemudian memaksa tangannya mencengkram penisnya lalu membantu tangan Dela untuk mengocoknya. Yang terakhir yaitu Pak Dion, melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh Pak Heru dengan tangan Kiri Dela .

Akhirnya Dela yang sudah tidak kuatpun pingsan, dengan Vagina dan anusnya yang dalam keadaan rusak parah, dan terus mengeluarkan darah, sisa sperma, dan sisa cairan vagina dan duburnya. Kedua payudaranya bengkak memerah dan lecet-lecet, puting susunya yang coklat mungil sobek. Darah dan sperma berceceran dimana-mana. Sudah puas para guru tersebut, mereka membersihkan diri lalu meninggalkan tubuh Dela yang bugil dan berlepotan darah dan sperma dalam keadaan pingsan.

******
air manih pemerkosaan perawan

Setelah para guru Dela pergi, muncullah beberapa siswa pria di sekolah Dela yang diam-diam mengikuti gurunya. Ketika menemui tubuh Dela yang pingsan dalam keadaan telanjang bulat. Mereka mulai memperkosa tubuh Dela yang masih tidak sadar. Satu diantara mereka menelepon teman-temannya di sekolah. Sekitar 20 menit kemudian datanglah sekitar 40 siswa laki-laki di sekolah Dela . Lalu mereka mulai menikmati tubuh Dela secara bergantian ataupun bersama-sama. Ketika sadar, Dela hanya bisa teriak dan memohon, ia tidak punya cukup tenaga untuk melawan. Ia hanya bisa menyaksikan dirinya diperkosa oleh teman-temannya sendiri. Teman-temannya yang sudah lama bermimpi bisa menyetubuhi Dela , akhirnya tercapai juga.

Setelah puas semua, mereka meninggalkan tubuh Dela yang pingsan lagi untuk kesekian kalinya itu. Liang vaginanya sudah menganga sangat lebar, merah membengkak, dan sudah tidak berbentuk lagi. Dengan darah segar yang terus mengalir dari lobang vaginanya. Lobang duburnya pun sudah sangat lebar dengan keadaan rusak parah dengan bentuk berantakan, dengan darah, sperma dan cairan kekuningan yang keluar terus menerus dari liang duburnya. Dan dari sela-sela bibirnya mengalir sperma dan air liur dari dalam mulutnya. Wajahnya tetap cantik dengan masih mengenakan kacamata selama ia diperkosa. Tetapi menampakkan penderitaan yang begitu berat.

Karena merasa kasihan, beberapa temannya mengantarkan Dela ke kostnya. Dela selalu merasakan perih dan rasa sakit yang teramat sangat ketika ia harus buang air kecil. Karena liang pengeluaran air seninya masih bengkak dan agak tertutup lipatan daging mulut vaginanya yang sobek. Dan juga ketika buang air besar, karena lobang duburnya membuka sangat lebar dan belum mau menutup kembali. Jadi setiap saat, anusnya mengeluarkan kotorannya tanpa Dela sadari.

******

Setelah peristiwa tersebut, Dela terus mengunci diri dalam kamar dan diam membisu ketika ditanyai oleh teman ataupun keluarganya. Beberapa hari kemudian Dela pulang ke asalnya, dan tinggal dengan ortunya. Dela mengalami shock berat, dan tidak bisa melanjutkan sekolahnya. Sementara para guru yang memperkosa Dela , bebas beraktivitas karena Dela tidak berani memberi kesaksian. Dela terperangkap dalam trauma perkosaan itu untuk selama hidupnya. Sedangkan para guru yang memperkosanya masih sibuk mencari mangsa siswinya yang lain.

Popular Posts

Newsletter